Senin, 09 Januari 2012

Demam (Fever)

Definisi Demam
            Demam adalah peningkatan tubuh diatas normal yang dapat disebabkan oleh stres fisiologik, seperti pada ovulasi, sekresi hormon tiroid berlebihan, atau olahraga berat oleh lesi system syaraf pusat atau dapat disebabkan juga oleh infeksi mikroorganisme (Kamus Kedokteran Dorland, 806). Suhu normal tubuh manusia adalah antara 360C – 370C, pada suhu 370C atau lebih sudah bisa dikatakan demam.
Demam tidak dapat dikatakan sebagai gejala penyakit jika suhu tubuh sekitar 370C karena pada suhu ini tubuh sedang menghambat replikasi virus, bakteri, maupun parasit sehingga infeksi terhadap agent penyakit tersebut dapat dicegah oleh tubuh. Namun perlu diwaspadai jika suhu tubuh mencapai 380C, karena pada suhu inilah system metabolisme tubuh dapat terganggu dan pada suhu ini juga peran obat penurun panas dimulai.
Penangana Demam
            Tubuh memiliki suatu system seperti thermostat, yaitu kemampuan mengatur suhu tubuh. Pada saat suhu tubuh tinggi maka thermostat tubuh akan menyeimbangkan suhu tubuh. Tubuh akan melakukan pendinginan diri dengan melebarkan pembuluh darah dengan tujuan agar panas dapat keluar melalui pori-pori kulit bersamaan dengan keringat. Untuk memperjelas penjelasan diatas, perhatikan langkah-langkah berikut,
1.  Minum yang banyak, hal ini dilakukan untuk menghindari dehidrasi, karena demam dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi ini bisa terjadi saat tubuh mengeluarkan banyak keringat akibat dari proses pendinginan tubuh yang sedang berlangsung.
2.   Kompres dengan air hangat, jangan kompres menggunakan air dingin atau es, karena jika dikompres dengan air dingin, otak akan menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikan suhunya dengan cara meningkatkan produksi panas yang mengakibatkan tubuh menggigil, sebaliknya jika dikompres dengan air hangat, otak akan menganggap bahwa suhu diluar tubuh sama dengan didalam sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhunya yang mengakibatkan banyak mengeluarkan keringat.
3.   Tutup tubuh pasien dengan pakaian yang hangat, hal ini bertujuan untuk membantu proses pengeluaran kringat, sehingga semakin banyak keringat yang keluar maka suhu tubuh akan turun.
4.   Berikan obat penurun panas, acetaminophen atau paracetamol seperti tempra, panadol, atau obat yang sejenis sesuai dosis dari dokter dapat membantu menurunkan panas pada pasien.
5.      Konsultasikan pada dokter, periksakan pasien ke dokter bila :
a.      Pasien adalah anak berusia kurang daari tiga bulan
b.     Demam berlangsung lebih dari 3 hari
c.      Terjadi Hiperpireksia, yaitu suhu badan meningkat diatas 400C
d.  Pasien menunjukan gejala-gejala yang tidak wajar seperti, sesak nafas, step atau kejang-kejang, diare, dll.

"IKATAN DOKTER INDONESIA"

Sumber : Kamus kedokteran Dorland edisi 31








 

Rabu, 04 Januari 2012

Prebiotik dan Probiotik


Pencernaan kita perlu diisi dengan bakteri baik. Sejak bayi lahir, ususnya sudah dihuni bakteri yang masuk ke mulut bayi saat melewati jalan lahir ibu. Bakteri baik tumbuh hingga triliunan di dalam usus, dari seribu spesies, dan sebagian besar spesies berasal dari rongga mulut.         
Peternakan bakteri di dalam usus di sebut “Flora Usus”. Flora usus berfungsi membantu proses pencernaan, menyintesis vitamin K, membantu pembentukan sistem kekebalan usus, membasmi kuman patogen yang memasuki usus, menetralisir efek samping obat, selain itu juga membantu terapi diare. pencernaan kekurangan bakteri (sering menggunakan pencahar, sering diare), akan menyebabkan metabolisme menjadi tidak lancar, cenderung mengalami radang usus besar, dan pembentukan feses yang tidak normal.
Oleh karena itu, setiap hari pencernaan membutuhkan makanan untuk ternak bakteri usus atau prebiotik, seperti yang dapat diperoleh dari bawang, pisang, asparagus, tomat, sereal, susu yoghurt, madu, dan buah-buahan, agar koloni flora normal (probiotik) tumbuh dengan subur.


"IKATAN DOKTER INDONESIA"
 

Jumat, 09 Desember 2011

Simpan Beku Indung Telur

          Betapa luar biasanya kemajuan ilmu kedokteran. Saat ini juga ada teknik simpan beku indung telur, sehingga calon ibu tetap bisa melakukan kehamilan secara normal alias tidak perlu mengikuti program bayi tabung. Menurut dr. Muharam, teknik simpan beku indung telur itu dengan cara mengambil indung telur seperti mengupas kulit yang merupakan pabrik sel telur, kemudian dibekukan. Kelak jika ingin memiliki anak, sel indung telur itu bisa ditanamkan kembali ke bagian tubuh Ibu. Dengan teknik itu ibu bisa hamil lagi secara normal atau tidak melalui bayi tabung.
          Simpan indung telur ini dengan teknik pembekuan cepat (vitrifikasi) yang dilakukan pada suhu mencapai minus 196 derajat Celcius. Pada suhu itu, semua kehidupan akan terhenti namun tidak mati. Untuk melakuakn teknik simpan beku indung telur ini tidak ada usia minimal, tetapi disarankan tidak lebih dari 35 tahun. Hal ini juga terkait dengan umur biologis sel telur.
           Umur biologis sel telur sebenarnya tidak mengikuti usia Ibu, tetapi dipengaruhi oleh masalah genetika, endometriosis (gangguan nyeri haid), operasi, radiasi. atau kemoterapi. Jadi meskipun usia baru 30 tahun, bila memiliki satu diantara masalah diatas, maka akan mempengaruhi jumlah sel telur dan kualitasnya, dengan kata lain, temuan simpan beku sel indung telur ini ada harapan baru bagi yang mau menunda kehamilan atau memiliki masalah kesehatan tapi pada suatu ketika ingin memiliki anak.

"Courtesy Perhimpuan Obstetri Dan Ginekologi Indonesia


sumber : Majalah KARTINI, edisi 2307, 30 November 2011

Senin, 17 Oktober 2011

HIMPUNAN MAHASISWA SANTAI


HISTORY
           Himpunan Mahasiswa Santai (HMS) di bentuk pada tahun 2011, oleh Ageng Bella Dinata, dia adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Jurusan Pendidikan Dokter Universitas Jendral Soedirman angkatan 2011. HMS adalah organisasi yang dibentuk di dalam kelas di bawah lindungan struktur kepengurusan kelas. HMS memiliki Slogan, yaitu "belajar adalah refreshing setelah lelah bermain" rencananya HMS akan diusulkan untuk masuk di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) BEM KBMK Unsoed, tapi entah pada tahun berapa.
^_^V

STRUKTUR KEPENGURUSAN
 Pelindung                     :  Tuhan Yang Mahaesa
                                       R. Bagas Wicaksono

 Pembina                       :  Rachman Fadhilah

 Presiden                       : Ageng Bella Dinata

 Sekertaris Jendral         : Mumtaz Maulana Hidayat
 Sekertaris                     : Tri Ujiana Sejati 

 Bendahara Umum         : Ridwan
 Bendahara                    : Dhea Dani

 Departemen-Departemen
 Departemen Perhubungan Masyarakat 
      Menteri     : M. Danantyo Himawan
      Staf           : Fitria Nurlaeli D
                         Mulia Sari

 Departemen Program Acara
     Menteri     : Bayu Aji Pamungkas
     Staf           : Iman Hakim Wicaksana
                        Boma Bhaswara 

 Departemen Agama
    Menteri     : ZamzamiAhmad Baidowi
    Staf           : Rian Ainunhaqi
                     
   

Sabtu, 15 Oktober 2011

Jaga Hati Dari Hepatitis



Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang membayakan jika tidak segera ditangani. Penyakit yang menyerang hati atau liver ini semakin berbahaya karena gejalanya yang tidak selalu tampak. Mengetahui lebih jauh tentang hepatitis dapat membantu Anda dan orang yang Anda sayangi dari penyakit ini.



Liver

          Fungsi utama dari hati atau liver adalah menyaring racun-racun yang ada pada darah. Selain itu, masih ada sekitar 500 fungsi lain dari hati. Jika seseorang menderita hepatitis, yang merupakan peradangan pada hati atau liver ini, dapat menghancurkan kesehatan orang tersebut secara keseluruhan karena racun tetap mengendap pada darah dan merusak atau mengganggu kerja organ lain. Akibat lainnya adalah hati menolak darah yang mengalir sehingga tekanan darah menjadi tinggi dan pecahnya pembuluh darah.
Rusaknya fungsi hari atau liver ini dapat disebabkan karena seseorang mengkonsumsi alkohol secara berlebihan atau karena termakan racun yang membebani kerja liver dan mengakibatkan fungsi hati menjadi rusak. Tetapi, pada kebanyakan kasus, hepatitis disebabkan oleh virus yang ditularkan penderita hepatitis.
Ada 5 macam virus hepatitis yang dinamai sesuai abjad. Kelima virus itu adalah virus hepatitis A (VHA), virus hepatitis B (VHB), virus hepatitis C (VHC), virus hepatitis D (VHD) dan virus hepatitis E (VHE). Virus-virus ini terus berkembang dan bahkan diperkirakan sedikitnya masih ada 3 virus lagi yang dapat menyebabkan hepatitis.
          Virus yang paling banyak menjangkiti manusia adalah VHB, penyebab hepatitis B. Diperkirakan 1 dari 3 orang yang ada di bumi pernah terinfeksi. Sekitar 350 juta hidup dengan virus mengendap pada tubuhnya dan berpotensi menulari orang lain. Sekitar 78% pengidap hepatitis menimpa penduduk Asia dan pulau-pulau di daerah Pasifik. Virus ini menyebabkan kematian sedikitnya 600.000 orang per tahun.

Gejala Hepatitis

          Beberapa gejala yang umum dari hepatitis adalah rasa nyeri atau sakit pada perut bagian kanan, badan lemas, mual, demam dan diare. Pada beberapa kasus juga ditemukan gejala seperti akan flu dan sakit kuning yang ditandai kulit dan mata yang terlihat kuning. Tetapi, gejala penyakit hepatitis tidak selalu tampak, khususnya pada kebanyakan kasus yang menimpa anak-anak.
Virus dapat berpindah dari seorang penderita ke orang yang sehat. Jika kekebalan tubuh seseorang sedang lemah, virus akan menjangkiti tubuh orang yang sehat. Walau sebenarnya, virus dapat dibersihkan oleh antibodi manusia itu sendiri jika sistem kekebalan tubuhnya baik.

Hepatitis A

          Virus hepatitis A biasa terdapat pada kotoran penderitanya. Virus dapat hidup pada air atau es batu. Cara penyebaran virus ini adalah karena meminum air yang tercemar VHA. Bisa juga karena mengkonsumsi makanan yang tidak dimasak dengan benar sehingga virus tetap hidup pada makanan atau karena orang yang mempersiapkan makanan tidak terbiasa cuci tangan dengan benar terlebih dahulu, padahal mungkin saja pada tangannya terdapat virus hepatitis A. Tidak mencuci tangan sehabis menggunakan toilet juga menyebabkan virus ada pada kotoran manusia ini akhirnya berpindah.

Hepatitis B

          Penularan virus hepatitis B (VHB) biasanya melalui darah atau cairan tubuh seperti air liur, cairan vagina, atau air mani yang masuk dalam aliran darah orang sehat. Ini karena hepatitis B terdapat dalam darah dan cairan tubuh tersebut. Tranfusi darah, darah pada pisau cukur, perawatan gigi, gunting kuku, jarum suntik atau jarum yang digunakan untuk membuat tato dapat memindahkan sejumlah kecil darah yang terinfeksi virus hepatitis. Bahkan noda darah yang sudah mengering dapat menulari orang lain selama 1 minggu sejak menempel pada suatu benda. Cara lain penyebaran virus ini adalah karena terbawa dari sejak kandungan dari seorang ibu yang terinfeksi dan karena hubungan seks.

Hepatitis C

          Pengindap hepatitis C biasanya ditularkan dengan cara yang hampir sama dengan penularan hepatitis B, tetapi pada kebanyakan orang adalah karena jarum suntik.

Menangangi Hepatitis

          Perawatan dini harus segara dilakukan agar penderita dapat disembuhkan, karena semakin lambat ditangani, virus akan semakin merusak hati dan bahkan menjadi kanker. Tetapi, kadangkala karena tidak menampakkan gejala yang jelas, kebanyakan orang tidak menyadari kalau dalam tubuhnya sudah berdiam virus hepatitis dan terlanjur hati sudah menjadi rusak parah.
          Vaksinasi dapat diberikan agar seseorang mendapatkan antibodi dari virus hepatitis A (VHA) dan virus hepatitis B (VHB). Namun, untuk hepatitis C tidak ada vaksinasi untuk mencegahnya. Walau seseorang belum terindikasi virus ini tetapi pemberian vaksin dapat mencegah virus merusak hati karena gejala hepatitis bisa saja baru muncul puluhan tahun kemudian. Pemberian vaksin khususnya perlu diberikan pada anak-anak karena kekebalan tubuh mereka lebih lemah untuk membersihkan virus hepatitis dibandingkan orang dewasa.
Jika kondisi hati sudah rusak parah, pilihannya adalah melakukan pencangkokkan hati. Tetapi, ini akan sulit karena donor hati yang ada lebih sedikit dibandingkan daftar tunggu dari penderita yang membutuhkan hati.
Penderita hepatitis seharusnya mengkonsumsi makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup agar tubuh mampu bertahan menghadapi virus ini dan mencegah jumlah virus semakin banyak yang akan menggeroti kesehatan penderitanya.
          Gizi dan istirahat yang baik juga harus dipenuhi untuk semua, karena bisa saja tanpa sepengetahuan kita, virus menulari dan menyerang hati atau liver. Tetapi, dengan kekebalan tubuh yang kuat, tubuh akan mampu menangani virus hepatitis yang membahayakan ini.



"Courtesy Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia"



sumber : ervakurniawan.wordpress.com/category/kumpulan-artikel-kesehatan/

Kamis, 13 Oktober 2011

Chrisye - Cinta covered by Teo, Edy and Pras.mp4




"Courtesy Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan"
Jurusan Pendidikan Dokter 
Universitas Jendral Soedirman
Purwokerto
Angkatan 2011

Selasa, 27 September 2011

Penyakit Paru-Paru

             Penyakit paru paru adalah beberapa kondisi medis yang paling umum di seluruh dunia. Organ paru paru merupakan organ yang kompleks, setiap hari berfungsi untuk membawa oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. penyakit yang menyerang paru paru dapat berupa hasil dari masalah dalam bagian manapun dari sistem ini. Penyakit pada paru paru sangat mempengaruhi jalan napas mulai dari trakea (tenggorokan) yang bercabang menjadi bronkus, yang pada gilirannya menjadi semakin kecil (alveoli) menuju seluruh paru-paru.
Penyakit paru paru dapat mempengaruhi saluran udara. Sakit paru paru yang umum dikenal pada masyarakat meliputi asma, PPOK (penyakit Obstruktif Kronis), Bronkitis (akut dan kronis), Emfisema, fibrosis kistik, tuberculosis / tbc / tb, kanker paru paru, dll. Penyakit pada paru paru yang disebutkan tadi tergantung organisme dan letak kelainan/infeksi yang terjadi.

Pembagian Jenis Penyakit Paru Paru

Berikut ini macam macam penyakit paru paru:
1. Penyakit Paru Paru Yang Mempengaruhi Alveoli
             Alveoli merupakan percabangan terakhir yang menghubungkan bronkus dengan paru-paru. Jenis penyakit paru paru yang mempengaruhi alveoli antara lain pneumonia (disebabkan oleh infeksi bakteri), tuberkulosis (disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis), emfisema, edema paru, kanker paru, sindrom gangguan pernapasan akut, dan pneumoconiosis.

2. Penyakit Paru Paru Yang Mempengaruhi Interstitium
             Interstitium adalah lapisan, tipis mikroskopis halus antara paru-paru dan alveoli. Pembuluh darah kecil dijalankan melalui interstitium dan memungkinkan pertukaran gas antara alveoli dan darah. Berbagai penyakit pada paru paru mempengaruhi interstitium antara lain penyakit paru interstitial, pneumonia, edema paru, dll.

3. Penyakit pada paru paru yang mempengaruhi pleura
             Pleura adalah lapisan tipis yang mengelilingi paru-paru dan garis bagian dalam dinding dada. Penyakit yang dapat timbul pada pleura antara lain efusi pleura, pneumothoraks, dan mesothelioma. Perbedaan penyakit paru-paru antara efusi pleura dan pneumothoraks terletak pada apa yang mengisi rongga pleura, jika rongga pleura diisi oleh cairan disebut dengan efusi pleura, sedangkan jika rongga pleura diisi oleh udara disebut dengan pneumothoraks.

4. Penyakit paru paru Mempengaruhi Dinding Dada
             Dinding dada juga memainkan peran penting dalam bernapas. Otot menghubungkan tulang rusuk satu sama lain. Diafragma turun dengan setiap napas dalam, juga menyebabkan ekspansi dada. Macam macam penyakit paru paru yang dapat ditimbulkan pada kategori ini antara lain obesitas sindrom hipoventilasi dan Gangguan neuromuscular.

 "Courtesy Perhimpunan Dokter Paru Indonesia"